Road trip kali ini beranjak dari Magelang menuju wonosari gunung kidul, dengan perjalanan sekitar 2 jam melewati ringroad Jogja menuju selatan. Wisata Gunung Kidul memang banyak sekali objek wisata adventure, disamping kali suci dan goa jomblang yang sudah terkenal terdapat beberapa objek wisata salah satunya Gua Pindul menawarkan Cave Tubing dengan harga relatif murah dengan lama pengarungan 30-45 menit hanya Rp.25.000 per orang sudah termasuk Ban pelampung, jaket pelampung, guide, antar jemput dan segelas minuman hangat khas daerah tersebut.

Satu dari 7 gugusan gua yang terdapat di desa bejiharjo – karangmojo , dengan panjang gua sekitar 350 meter dan memiliki kedalaman air bervariasi 5 – 19 meter yang terdiri dari 3 zona, yaitu zona terang, zona gelap dan zona remang-remang. Selama pengarungan air sedikit tenang dan memasuki zona gelap kita di wajibkan oleh pemandu untuk mematikan sinar lampu dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, disini kita juga bisa memohon sesuatu supaya permohonan kita di kabulkan.

Nama Gua Pindul di ambil dari nama Pipi Gebendul kisah seorang pengelana yang terbentur batu saat keluar masuk gua mencari ayahnya. Konon pak SBY pernah berendam di gua ini sebelum beliau menjabat menjadi presiden Republik Indonesia, di percaya jajaran gua di gugusan gunung kidul terhubung dengan gua-gua yang ada di pacitan asal daerah pak SBY.

Selama menelusuri gua ini kita disuguhi ornamen indah dari stalaktit dan stalakmit hasil proses ribuan tahun, menurut penelitian panjang stalaktit di gua pindul terpanjang 7 meter dengan asumsi penambahan per tahun sekitar 1 cm maka usia stalaktit tersebut 700 tahun. Terdapat juga ornamen cantik seperti batu kristal, dan bentuk batu lain menyerupai jenis kelamin pria, barang siapa yang memegangnya konon bisa menambah keperkasaan, tak jarang banyak kaum adam bersemedi dalam gua ini.

Dipandu oleh dua orang guide bernama si mbah, dengan rambut panjangnya dan lucu tingkahnya membuat pengarungan jadi lebih seruw, si mbah banyak bercerita tentang sejarah gua ini, menjelaskan detail ornamen-ornamen stalaktit dan stalakmit dengan sorotan sinar lampu nya. Sampai di kolam besar sebelum keluar gua kita ber istirahat dahulu, bisa berenang atau melompat menceburkan diri disini. Sejenak bisa berfoto-foto mengabadikan sinar matahari masuk ke mulut gua. Titik terakhir pengarungan sampai di bendungan banyumoto, bendungan tegar peninggalan jaman belanda, disinipun kita bisa berenang dan melompat dari atas pohon.

Objek wisata di desa bejiharjo ini tidak hanya menawarkan indahnya gua pindul, tapi masih ada beberapa objek menarik lainnya seperti wisata rafting di sungai oyo dengan biaya berkisar Rp 35.000- 50.000 rupiah per orang, dan wisata extrem menelusuri gua di oyot. Sayangnya waktu kita kesana untuk penelurusan gua di oyot sedang tidak di buka untuk umum karena kondisi tidak memungkinkan.

Sesuatu yang menarik dari desa ini adalah objek wisata ini dikelola oleh warga sekitar melalui karang tarunanya, memberdayakan warga desa nya untuk saling bekerjasama memberikan pelayanan yang baik kepada para pengunjung yang datang menikmati wisata. Saat melakukan konfirmasi ingin datang ke lokasi, pak Haris dengan sigapnya menyambut kita datang, dengan mengutus warga desa untuk menjemput kami di kantor pemda wonosari, dari sanalah kami di pandu menuju ke lokasi, sepanjang jalan terdapat juga pangkalan ojek-ojek motor yang siap mengantar anda ke lokasi jika anda tersesat tanpa meminta imbalan. Tertulis di pangkalan ojek mereka “JASA ANTAR KE GOA PINDUL GRATISSS “ . Dilokasi juga tersedia lahan parkir motor dan mobil dengan tarif parkir standar, warung makanan yang cukup terjangkau, terdapat juga kamar ganti yang bisa di gunakan gratis dan kamar mandi umum.

About these ads