Konser Keajaiban Indonesia atau The Real Wonder Of The World (WoW) yang di prakarsai sebuah perusahaan Konsultan Marketing terkemuka di dukung oleh Departemen Pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai inisiatif memperkenalkan pariwisata Indonesia kepada dunia, bahwa di Indonesia juga memiliki Wonder-wonder yang bisa menjadi daya tarik dunia. Unesco juga sudah lama memasukan beberapa objek wisata Indonesia kedalam daftar Cagar Budaya Dunia, antara lain Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Komodo, Candi Prambanan dan Borobudur, Hutan tropis sumatera dan piramida Cartensz.

Kualifikasi sebagai The Real Wonder Of the World, objek wisata harus mempunyai sedikitnya tiga hal yaitu: memilki keunikan yang tak tertandingi dengan daerah lain, memiliki karakter budaya local yang kuat sebagai sumbangan nilai-nilai Indonesia kepada dunia dan terakhir menyimpan cerita yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan sustainability.

Selain objek wisata ada juga ada beberapa benda intangible dan tangible yang merupakan The Real Wonder Of the World antara lain : Wayang, Keris, Angklung, Tari Saman, Batik dan Noken. Dalam acara tersebut juga di hadirkan daftar 50 tempat wisata yang menjadi The Real WOW, yang tersebar dalam gugusan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tari Saman dari Aceh

Acara yang berlangsung pada 15 Desember 2011 malam hari di sebuah Ballroom Hotel berbintang di kawasan Sudirman ini di penuhi oleh ribuan undangan yang mayoritas adalah pelaku dunia pariwisata, mulai dari dirjen, bupati, para penggiat bisnis pariwisata dan tak luput para wakil-wakil dari komunitas traveling yang sangat antusias untuk menyaksikan program tersebut.

Para undangan di hibur oleh artis-artis yang membawakan lagu-lagu Indonesia bertema daerah, tarian-tarian menggambarkan kekayaan budaya Indonesia, kesenian alat music tradisional Indonesia juga dimainkan dengan sangat baik. Pengunjungpun riuh memberikan aplaus tepuk tangan untuk program acara tersebut. Tapi sayang teknis acara tersebut kurang disiapkan dengan baik, terlihat dari molornya acara selama 2 jam dari waktu yang di tetapkan, karena masalah panggung yang belum siap di lokasi acara. Pengunjung telah berdatangan namun belum bisa masuk ke dalam ballroom acara, sehingga terjadi penumpukan pengunjung di luar pintu. Ditambah lagi kurangnya kapasitas kursi yang disiapkan penyelenggara sehingga harus mendatangkan kursi tambahan untuk para pengunjung yang hadir malam itu.

Kita berharap Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa, kesenian, tradisi, budaya dan tempat-tempat indah, memiliki segudang keajaiban yang bisa ditawakan kepada dunia, jika di kelola dengan baik, di tata dengan baik, di promosikan secara baik juga, mungkin wisatawan dari penjuru dunia akan datang ke negara kita. Devisa mengalir, tenaga kerja terserap, ekonomi berjalan cepat, semuanya merasakan. Itulah impian kita semua…………Bisakah semua itu terwujud ??? Semoga.