2 Pulau cantik dari 2 Negara menggunakan energi terbarukan sebagai sumber energi nya.

Perjalanan saya selama 11 hari menelusuri negeri-negeri Malaysia berakhir di pulau perhentian, sebuah pulau yang terkenal di negeri jiran sebagai pulau tercantik dan termahal ini memang memberikan kesan tersendiri. Saya dan teman saya asal jerman sampai di pulau perhentian kecil, setelah 7 jam perjalanan dengan menumpang-numpang kendaraan.

 

Pulau Perhentian
Perhentian kecil dan perhentian besar, dua pulau yang menjadi daya tarik wisatawan local Malaysia maupun dunia untuk berkunjung kesini, Saya menginjak kan kaki di pulau perhentian kecil, yang memang pulau paling ramai dan murah dan banyak di kunjungi wisatawan. Saya tiba di terminal ferry kuala besut pada malam hari, harus menunggu pagi untuk bisa menyebrang ke pulau perhentian kecil, dengan tarif 70 ringgit se orang PP saya dan teman saya mendapatkan potongan menjadi hanya 55 ringgit untuk harga tiketnya berkat hasil loby-loby hahahaha. Pagi hari pukul 7.00 boat pertama berangkat membawa 20 0rang wisatawan asing, mungkin hanya saya orang local melayu, semua turis asing.

Mendarat di dermaga coral beach sisi barat pulau, dari sisi ini sunset akan terlihat. Saya bergegas menuju long beach, menelusuri hutan menuju hamparan pantai dimana turis-turis banyak berkumpul. Long beach terletak di sisi timur dari pulau ini. Setelah saya cari penginapan seharga 20 ringgit untuk berdua, saya pun bermain-main di pantai melepas lelah.
Ada yang menarik ketika saya duduk di pantai mengamati penginapan-penginapan dan hotel mewah di pulau ini, terbesit dari mana mereka mendapatkan supply energy listrik nya? Mengingat jarak dari pulau ke daratan cukup jauh sekitar 45 KM. Saya pun berfikir pasti ada sumber listrik di atas bukit sana, colek teman saya untuk berangkat ke sana, karena teman saya hobby trekking dan suka alam, saya bilang ke dia juga mungkin di balik bukit itu ada pantai bagus hahahahaha dengan pede nya. Dan kenyataannya memang benar, setelah trekking selama 30 menitan kita sampai di atas bukit. Nah disinilah sumber energy untuk pulau ini…….ternyata pulau ini menggunakan energy yang ramah lingkungan dan berasal dari alam, yaitu tenaga matahari dan angin. Dari atas bukit memang banyak angin bertiup, dua buah turbin angin raksaksa dan 410 lembar panel surya tertata rapih dalam satu area. Menghasilkan tenaga sekitar 150KWP. Terlihat juga panel surya nya menutupi atap dari koridor tangga untuk pejalan kaki menuju ke bawah sebuah dermaga dan terdapat pantai yang indah jernih airnya dan cukup dalam. Duduk di atas bukit ini bisa melihat hamparan pantai dan view hijau menawan. Betah saya duduk di sini, Karena disediakan gazebo untuk duduk-duduk.

Listrik di pulau ini hanya menerangi mulai pukul 18.00 hingga pagi hari jam 06.00, jadi masih sangat terbatas supply listrik di pulau ini, rata-rata penginapan atau hotel-hotel mewah masih menggunakan genset diesel yang menggunakan bahan bakar fosil untuk tenaga listrik cadangannya. Jika mereka menggunakan diesel mereka menghasilkan pembakaran atau asap yang keluar dari mesin dieselnya yang jelas membuat udara tidak bersih dan kotor polusi……….coba kamu bayangin jika semua penginapan memasang genset nya sudah pasti akan berisik dan bising dan polusi udara tentunya, masa pulau se indah ini akan tercemar dengan udara kotor. Belum lagi mereka juga harus membeli bahan bakar untuk gensetnya yang harganya tidak lah murah. Jelas pemanfaatan energy yang bersumber dari alam sangat dibutuhkan, disamping efisien dan tidak perlu bayar tersedia selama-lamanya. Sinar matahari terus bersinar, Angin terus bertiup, itulah yang bisa dimanfaatkan.

Pulau Gili Trawangan
Siapa yang tidak kenal dengan pulau 3 gili yaitu gili trawangan, gili air dan gili meno, gili berasal dari bahasa Lombok yang artinya pulau. 3 pulau ini menjadi daya tarik wisatawan domestic Indonesia maupun dunia, terkenal dengan pemandangan laut, pasir putih dan keramah tamahan penduduk lokalnya.

Dua hari setelah dari Malaysia saya melanjutkan perjalanan ke bali bersama 7 orang teman-teman traveling saya, semua serba ala backpacker dan system sharing cost, semua biaya trip di bagi rata, mulai dari sewa mobil, penginapan, biaya ferry, dll nya, kecuali makan dan kebutuhan pribadi yang tidak bisa di sharing hehehehe…….. dari bandara ngurah rai menuju desa tenganan dan amed untuk keliling disana dilanjutkan menuju pelabuhan padangbai yang berjarak 65KM dari kota denpasar. Kita akan menyebrang menuju Lombok dengan menggunakan mobil sewaan seharga 225 ribu sehari, biaya penyebrangan sebesar 600rb an untuk sekali jalan dengan lama di atas ferry sekitar 4-5 jam.
Gili trawangan merupakan satu dari 3 pulau gili yang ada, merupakan pulau teramai dan banyak di kunjungi wisatawan. Saya bersama teman-teman langsung menuju gili trawangan. Teman-teman yang lain melakukan aktivitasnya, keliling 3 pulau dan snorkeling saya memilih tidur dan bangun pada siang harinya untuk keliling ke bagian barat pulau gili. Mungkin sudah ke 3 kalinya dalam tahun ini saya ke pulau gili, kenapa saya penasaran ke gili trawangan ?? pasti ada sesuatu disana yang saya mau tau…….

9 bulan lalu tepatnya desember 2010 saya ke gili trawangan, mendapat informasi bahwa di pulau tercantik ini akan di bangun sebuah pembangkit litstrik tenaga surya, pasti itu berita bagus bagi penghuni pulau, kenapa? Karena setiap hari pasokan listrik penduduk, penginapan dan hotel sangat terbatas hanya dari sebuah pembangkit listrik tenaga diesel yang tidak cukup untuk memenuhi pasokannya. Listrik pun menjadi barang mewah disini, karena hanya hidup mulai pukul 18.00 sampai jam 05.00 pagi.

Saat saya kembali lagi setelah 5 bulan, proses pengerjaan pembangkit listrik tenaga surya di pulau itu sedang di kerjakan, Cuma sayang saya tidak melihat ke atas bukitnya. Sampai tiba saatnya saya kembali lagi ke gili trawangan pada oktober 2011……jrengg………saya naik ke atas bukitnya dan melihat proyek tenaga listrik dari sinar matahari tersebut sudah selesai dan rampung ber operasi. Dengan jumlah 900 lembar panel surya bisa menghasilkan listrik 200KWP. Jumlah panel nya dua kali lipat lebih banyak di banding dengan pembangkit yang ada di pulau perhentian kecil Malaysia. Mungkin factor alam kenapa disini tidak dibangun wind turbin (kincir angin) karena mungkin di bukit ini kurang pasokan angin yang berhembus, jika di pasang wind turbin mungkin tidak akan berputar karena geografis bukit di gili trawangan tidak terlalu tinggi untuk di daki. Cukup 10 menit bisa sampai di atasnya.

Sekarang pun listrik untuk penduduk dan penginapan-penginapan di gili trawangan sudah beroperasi selama 24 jam, jadi tidak ada lagi pemadaman bergilir atau listrik hidup setengah hari, semua penduduk disini senang dan merekapun semangat melakukan aktivitasnya melayani turis local maupun asing untuk berkunjung ke gili trawangan.

Niat baik dan peran serta pemerintah untuk pemanfaatan sumber energy terbarukan yang bersumber dari alam seperti air, panas bumi, bio gas, angin, dan sinar matahari masih harus terus di galakan. Mengingat Indonesia kaya akan sumber energy itu semua, sayangnya baru 5-7 % yang di gunakan benar-benar untuk energy. Negara dengan posisi jamrud katulistiwa banyak mendapat pasokan sinar matahari sepanjang tahun, Posisi 20 derajat ke utara dan ke selatan dari garis katulistiwa merupakan daerah yang sangat cocok di kembangkan energy tenaga surya.

Saya yakin Indonesia punya SEGALANYA…..ketika segalanya itu bisa di manfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan rakyatnya, percaya jika pulau-pulau yang ada di gugusan NKRI akan terang menderang dan menjadi pulau tercantik yang menjadi daya tarik wisatawan dunia untuk datang ke Indonesia………..

amati negeri mu
cintai negeri mu
kunjungi negeri mu
yukkk………….kita traveling.