Angkor Wat di Kamboja merupakan kompleks candi tua terkenal karena keanggunan dan keeksotikannya. Sudah pasti bagi para fotografer, juga pecinta peninggalan kebudayaan lama, tempat tersebut sangat ideal untuk diabadikan dalam gambar maupun untuk dinikmati kekayaan warisan kebudayaannya.

Untuk mengunjungi Angkor Wat, khususnya melalui jalan darat, paling mudah pengunjung menempuh perjalanan dari Bangkok (Thailand) menuju Siem Reap (Kamboja),kota tempat kompleks itu berada. Atau bisa juga melalui kota Ho chi minh (Vietnam). Jarak dari Bangkok menuju Siem Reap sekitar 436 Km sedangkan jarak Ho chi minh – Siem Reap 534 Km. Para traveler harus benar-benar memiliki kesiapan fisik. Sebab, perjalanan melalui jalan darat membutuhkan tenaga ekstra. Walau begitu, bagi yang suka bertualang, perjalanan darat itu begitu mengasyikkan.

Perjalanan saya pada bulan may 2011 dimulai dari kawasan Pham Ngu Lao, kawasan backpacker yang cukup terkenal di kota Saigon, atau Ho Chi minh tepatnya. Disini setiap pagi banyak rombongan turis berkumpul dari berbagai Negara untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai tujuan wisata mulai dari kamboja, Thailand, Laos ataupun ke kota tujuan wisata di dalam Vietnam sendiri.

Harga tiket bus Sorya transport sekitar US$ 15 untuk tujuan Ho chi minh – Phnom penh dan US$ 4 untuk Phnom penh – Siem reap. Perjalanan memakan waktu sekitar 6 jam setiap tujuan, total jadi 12 jam. Usahakan jika anda pergi kesana cari bus yangperjalanannya malam hari, biar bisa tidur di perjalanan. Melewati border Moc Bai (Vietnam) dan masuk border Bavet (kamboja) anda harus bayar VOA sebesar US$25 per orang. Sejak disetujuinya pertemuan Asean yang membahasa soal Visa ASEAN, mulai September 2011 VOA nya di hapuskan untuk kamboja dan Laos.

Angkor Wat adalah salah satu dari banyak candi yang ada di kawasan Yasodharapura sebuah kawasan peninggalan sejarah di wilayah Siem Reap. Menurut catatan sejarah, kompleks candi-candi tersebut dibangun antara abad ke-6 sampai ke-13.

Untuk mengunjunginya sangat mustahil jika hanya berjalan kaki, karena jarak antara antara satu candi dengan candi lainnya cukup jauh. Selain sepeda, ada juga ojek sepeda motor dan sepeda motor becak. Untuk sepeda disewakan seharga US$ 5/hari, ojek sepeda motor US$ 8/hari. Beruntung saya dapat sewa tuk-tuk hanya US$ 12/ hari bisa keliling Angkor wat.

Tiket masuk lokasi kompleks (Candi Angkor Wat dan beberapa candi lainnya) dibagi dalam 3 jenis: 1 hari (20 dolar), 3 hari (40 dolar), dan 1 minggu (60 dolar).Sebetulnya sangat mustahil mengunjungi kompleks dalam waktu satu hari karena begitu banyaknya obyek yang harus dikunjungi, yaitu Angkor Wat itu sendiri, juga Angkor Thom (Bayon), Ta Prohm, Banteay Srei, Elephant Terrace, Baray Barat, Baray Selatan dan masih banyak lagi candi yang semuanya berada dalam kompleks Yasodharapura atau lebih dikenal dengan kompleks Angkor Wat.

Angkor Wat melambangkan ciri keagamaan Hindu dengan menara utama yang melambangkan Gunung Meru, pusat seluruh kegiatan menurut hinduisme. Halaman dikelilingi dinding dan terusan yang berfungsi bukan saja sebagai penghadang, tetapi juga sebagai lambang Gunung Meru yang dikelilingi oleh banjaran dan lautan, sebagaimana digambarkan oleh kepercayaan Hindu. Terdapat sebuah parit dan dinding yang dilukis indah mengelilingi lima kuil utama.

Jalan masuk utama memiliki panjang setengah kilometer. Gerbang memiliki lambang jembatan pelangi yang dalam kepercayaan Hindu diartikan sebagai hubungan di antara alam gaib dengan nyata, atau antara alam dewa dengan manusia. Di sepanjang dinding bangunan pertama terdapat banyak relief yang antara lain menggambarkan Raja Suryavarman II menjadi raja, kemudian relief tentang pasukan Khmer, relief tentang surga dan negara, dan banyak lagi. Patung Dewa Wisnu dengan delapan tangan menghiasi salah satu ruangan di bangunan pertama dari Angkor Wat. Angkor wat juga merupakan warisan budaya dunia yang di lindungi UNESCO, sepanjang tahun perbaikan, penataan dan pemeliharaan terus dilakukan.